Jejaring Sosial Literasi dan Platform Publikasi Digital
Baru
Terbaru di Ndongu
Tulisan baru dari Penulis Ndongu selama sebulan terakhir
Reality Or Fantasy:Escapism Anak Sebagai Respons Terhadap Lingkungan dalam Pan’s Labyrinth
Rekomendasi film Pan’s Labyrinth yang membahas escapism pada anak melalui dunia fantasi sebagai respons terhadap lingkungan yang penuh tekanan.
Ruang Damai Rayakan Lima Tahun Perjalanan Lewat Bermuara 2026
Ruang Damai merayakan lima tahun perjalanan melalui Bermuara 2026, ruang dialog keberagaman untuk menjaga harapan dan menenun perubahan.
Menelusuri indikasi TPPO dalam budaya Sumba
Menelusuri indikasi TPPO dalam praktik sosial budaya Sumba, dari perjodohan hingga perbudakan tradisional, dengan menempatkan kemanusiaan sebagai yang utama.
Cara Pandang yang Berbeda: Indonesia dan Militerisme yang Kembali Bangkit
Anggaran pertahanan melonjak signifikan dalam dua tahun terakhir, sementara mekanisme pengawasan legislatif atas belanja tersebut lemah secara struktural.
Gempa Flores dan Pertanyaan Teologis: Apakah Sedikitnya Korban Bukti Mukjizat?
Menarik kesimpulan bahwa jumlah korban sedikit adalah bukti bahwa Tuhan menunjukkan mukjizat merupakan cara berpikir yang keliru.
Gempa Flores dan Ironi "Bon di Kios"
Gubernur Maluku sumbang satu miliar, Gubernur Sulawesi sumbang lima ratus juta, sementara Gubernur NTT suruh masyarakat bon di kios.
Seberapa Jauh Kita Mau Percaya pada Sesuatu yang Mustahil?
Film animasi ini berkisah tentang Peter, seorang anak yatim-piatu, yang ditinggal mati oleh kedua orangtuanya saat terjadi perang.
Swasembada Pangan: Keniscayaan atau Retorika Politik?
Sebuah ironi swasembada pangan di negeri penuh retorika
Bagaimana Cara Melihat Krisis Dunia Menurut Haemin Sunim dalam Buku "The Things You Can See Only When You Slow Down"
Pahillir atau Maharri: Tradisi Sumba yang Menjaga Batas antara Mertua, Menantu dan Ipar
Tulisan ini membahas budaya Pahillir atau Maharri yang dilakukan oleh masyarakat Sumba
Alor dan Narasi Penyelamat dari Jakarta
Esai ini mengkritik kebijakan pertanian sentralistik di Kabupaten Alor dengan meminjam kacamata pedagogi kritis Paulo Freire.
Menjadi Waras itu Gila
Sebuah usaha untuk menjadi waras di negeri yang, ya, terserah kau mau menyebutnya apa.
Atas Nama Timor
Polemik gelar “Sesepuh Raja Timor” bukan sekadar penghormatan adat, tetapi menyangkut legitimasi, representasi, dan siapa yang berhak berbicara atas nama Timor.
Sebab Cantik Itu Luka dan Luka-luka yang Lupa
Sebuah review atas karya Eka Kurniawan berjudul Cantik itu Luka
Bagaimana Jika Pelaku Kekerasan Seksual adalah Pasanganmu?
Tulisan ini membahas tentang kekerasan seksual dalam rumah tangga, bentuk-bentuk KDRT, serta pentingnya korban berani melapor demi perlindungan hukum.
Paradoks Identitas Adat di Panggung Politik Timor
Membahas sedikit kontradiksi adat di Pulau Timor
Refleksi Panggilan "Utuslah Aku" dalam Menjawab Tantangan Zaman
Catatan ini mengajak pembaca khususnya muda Kristen merefleksikan pelayanan secara nyata dan konkret lewat perkembangan teknologi dalam menjawab tantangan zaman masa kini.
Bagaimana Jika Idealismemu Saya Tukar dengan Kemapanan Hidup?
Idealisme tidak pernah lahir dari kehidupan yang serba mudah. Ia tumbuh dari benturan, dengan kenyataan, dengan kekuasaan, bahkan dengan perut yang lapar. Sebab, gagasan yang tak pernah diuji oleh kenyataan, hanyalah angan-angan yang kebetulan terdengar indah.
Mobil MBG dan Sepeda Motor Ringsek Tertimpa Pohon Tumbang di Sikka, Korban Dipastikan Selamat
Sebuah mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan satu unit sepeda motor tertimpa pohon tumbang di wilayah Habiheret, Desa Waiara, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis (30/7/2026) menjelang siang.
Mentalitas Budak dan Perbudakan di Sumba
Tulisan ini merupakan refleksi atas pemberitaan media Prancis yang menyoroti praktik perbudakan di Sumba. Berangkat dari kegelisahan terhadap sikap sebagian masyarakat yang cenderung menganggap persoalan tersebut sebagai sesuatu yang lumrah, tulisan ini mengulas perbudakan sebagai warisan sejarah yang seharusnya telah ditinggalkan. Dengan merujuk pada Max Havelaar karya Multatuli, tulisan ini menganalisis bagaimana sistem penindasan dapat melahirkan "mentalitas budak", yakni kesadaran yang menerima ketidakadilan sebagai kewajaran. Selain mengkritik pembiaran sosial dan penggunaan budaya sebagai legitimasi perbudakan, tulisan ini juga mendorong pemerintah untuk memperkuat komitmen penghapusan perbudakan melalui kebijakan yang lebih konkret.
Penulis
Penulis Minggu Ini
Apresiasi untuk para penulis yang menerbitkan tulisan selama sepekan terakhir.
Disarankan untuk Anda
Pilihan redaksi dari berbagai rubrik
Bagaimana Jika Pelaku Kekerasan Seksual adalah Pasanganmu?
Tulisan ini membahas tentang kekerasan seksual dalam rumah tangga, bentuk-bentuk KDRT, serta pentingnya korban berani melapor demi perlindungan hukum.
Cinta yang Kekal, Sedang Kenangan Biarlah Berlalu
Apresiasi Puisi “Hujan Minggu Subuh dan Dingin yang Menjelma Kenangan” dan “Cinta yang Kekal” Karya Selo Lamatapo
Pajak Global Mengubah Peta Persaingan Investasi Indonesia.
Global Minimum Tax menandai berakhirnya era "race to the bottom" dalam pajak. Bagi Indonesia, ini ujian sekaligus peluang. Tantangannya adalah memastikan reformasi pajak berjalan beriringan dengan pembangunan iklim investasi yang sehat, adil, dan berkelanjutan!.
ASN Pemda Jelata Bicara: "Cerminnya Masih Ada, Pak?"
Opini ini menanggapi stereotip tentang 'ASN malas' dengan ketimpangan realistas ASN daerah yang bermodalkan kantong pribadi.
Ekspektasi Kosong dalam Review Drakor ‘Teach You A Lesson’ oleh Yons Hunga
Membaca cara Yons Hunga memberi judul pada sebuah tulisannya tentang drakor Teach You A Lesson, sungguh menggugah adrenalin saya untuk segera memburu apa saja yang dia kemas secara matang itu. Namun apakah isinya menjawab judul yang ada? Ataukah hanya memuat ‘kecerewetan’ Yons semata tanpa menjawab pertanyaannya sendiri tentang “apakah kekerasan terhadap remaja/pelajar dapat dibenarkan?”
Ketika GEDSI Absen dalam Pelayanan Publik
Tulisan ini mengulas pentingnya perspektif GEDSI dalam pelayanan publik dengan menyoroti relasi antara etika, kekuasaan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Melalui refleksi atas sejumlah peristiwa yang menjadi perhatian publik, tulisan ini mengajak pembaca melihat kembali makna keadilan dan kepedulian dalam pelayanan kepada masyarakat.
Mati Sekarang atau Nanti Sama Saja
Tidak ada manusia yang hidup kekal. Cepat atau lambat, semua akan mati. Entah nanti atau sekarang, kematian memang merupakan kepastian yang tidak bisa ditolak. Akan tetapi, kepastian kematian tidak serta-merta menghapus makna kehidupan. Sebagaimana kita tidak peduli benar dan salah bahwa 10 + 6 adalah 17 karena ujung-ujungnya tetap MBG, demikian pula kita tidak dapat mengatakan bahwa mati sekarang sama saja dengan nanti hanya karena sedang lelah menjalani hidup.
Lindungi anak perempuan atau Didik Anak Laki-laki?
refleksi urgensi protect your daughter, educate your son
Mengenal Papanggang, Tradisi Unik di Sumba Timur
Dalam kepercayaan Marapu, kematian dipandang sebagai tahap penting dalam perjalanan hidup manusia menuju kebahagiaan sejati di alam arwah. Bagi masyarakat Sumba Timur, bahkan masyarakat Sumba pada umumnya
Belis dalam Perspektif Budaya Sumba dan Dampak Pergeseran Maknanya
Manusia dan peradaban selalu berjalan beriringan. Seiring berkembangnya pola pikir, pengetahuan, dan teknologi, zaman terus berubah serta membentuk karakter dan perilaku manusia. Perubahan ini tampak pada pergeseran cara hidup masyarakat yang semakin mengandalkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan.
Kekerasan Seksual dalam Konteks Suka Sama Suka
Apakah semua hubungan yang tampak “suka sama suka” benar-benar lahir dari persetujuan yang setara? Tulisan ini mengajak kita memahami bahwa relasi yang terlihat biasa dari luar belum tentu bebas dari tekanan, manipulasi, atau penyalahgunaan kuasa. Dengan meninjau perspektif hukum, adat, dan agama, tulisan ini mengingatkan pentingnya membedakan antara hubungan yang didasari persetujuan yang sehat dan kekerasan seksual yang terjadi dalam relasi yang tampak “suka sama suka”. Sebuah refleksi agar kita lebih bijak dalam menilai, tidak tergesa-gesa menyalahkan korban, dan lebih peka terhadap persoalan kekerasan seksual di sekitar kita.
Sumba Timur Darurat Kekerasan Seksual?
secercah pemikiran perempuan berusia 27 tahun yang telah menua bersama budaya patriarki
Mentalitas Budak dan Perbudakan di Sumba
Tulisan ini merupakan refleksi atas pemberitaan media Prancis yang menyoroti praktik perbudakan di Sumba. Berangkat dari kegelisahan terhadap sikap sebagian masyarakat yang cenderung menganggap persoalan tersebut sebagai sesuatu yang lumrah, tulisan ini mengulas perbudakan sebagai warisan sejarah yang seharusnya telah ditinggalkan. Dengan merujuk pada Max Havelaar karya Multatuli, tulisan ini menganalisis bagaimana sistem penindasan dapat melahirkan "mentalitas budak", yakni kesadaran yang menerima ketidakadilan sebagai kewajaran. Selain mengkritik pembiaran sosial dan penggunaan budaya sebagai legitimasi perbudakan, tulisan ini juga mendorong pemerintah untuk memperkuat komitmen penghapusan perbudakan melalui kebijakan yang lebih konkret.
Paradoks Identitas Adat di Panggung Politik Timor
Membahas sedikit kontradiksi adat di Pulau Timor
Fiksiana
ORANG-ORANGAN
Dari jendela sebuah kereta panoramic yang mewah, Gede menatap hamparan sawah yang membangkitkan memorinya tentang Dadong (neneknya) satu-satunya sosok yang mengajarkan ketulusan di tengah keluarga mereka yang serba kontradiktif. Gede yang kemudian hidup dan berkaris di Jakarta pun menyadari bahwa dunia modern dipenuhi "orang-orangan sawah". Manusia yang lehernya diikat dan digerakkan oleh sistem yang bobrok, kapitalisme, serta tuntutan materi. Muak menjadi boneka dalam perlombaan hidup yang penuh kepalsuan, Gede akhirnya mengambil keputusan besar: ia melepaskan pekerjaan dan hubungannya demi memutus senar yang mengekang lehernya, lalu memilih pulang untuk memeluk kembali kebebasan jiwanya.
Di Sela-sela Pipisku
Puisi ini ditulis mewakili suara perempuan di kampung yang tak ada air bersih.
Sajak Pucuk, Puisi-puisi Yohan Mataubana
Puisi-puisi Yohan Mataubana. Yohan Mataubana. Lahir di Kupang dan berdomisili di Maumere. Buku terbarunya Tanda Kurban yang Dinamakan Cinta (2024).
TIANG-TIANG JEMBATAN TUA
Cerpen ini mengisahkan seorang wanita pekerja sosial di LSM kesehatan mental yang mendedikasikan hidupnya untuk membela martabat para korban bunuh diri dari penghakiman sosial. Di balik ketegarannya saat berdebat di ruang publik, ia sendiri menyimpan keputusasaan mendalam akibat tekanan keluarga, cemoohan lingkungan, dan rasa terasing dari teman-temannya. Setelah menguras sisa tabungan untuk membelikan hadiah ulang tahun pernikahan orang tuanya, ia mengalami disorientasi surealis di atas jembatan tua yang biasa ia lewati. Cerita mencapai plot twist tragis ketika ia melihat kerumunan polisi dan menyadari bahwa jasad wanita yang tewas di bawah jembatan adalah dirinya sendiri. Ia telah melompat pada pukul 3 pagi, menjadi korban dari "lemari sempit" keputusasaannya sendiri yang akhirnya terbuka melalui kematian.
Bacaan dan Tontonan
Literasi
Seberapa Jauh Kita Mau Percaya pada Sesuatu yang Mustahil?
Film animasi ini berkisah tentang Peter, seorang anak yatim-piatu, yang ditinggal mati oleh kedua orangtuanya saat terjadi perang.
Bagaimana Cara Melihat Krisis Dunia Menurut Haemin Sunim dalam Buku "The Things You Can See Only When You Slow Down"
Sebab Cantik Itu Luka dan Luka-luka yang Lupa
Sebuah review atas karya Eka Kurniawan berjudul Cantik itu Luka
Cinta yang Kekal, Sedang Kenangan Biarlah Berlalu
Apresiasi Puisi “Hujan Minggu Subuh dan Dingin yang Menjelma Kenangan” dan “Cinta yang Kekal” Karya Selo Lamatapo
Hal yang Seharusnya Dilakukan oleh Guru di Indonesia setelah Nonton Serial Teach You a Lesson
Isu kekerasan pada remaja, selalu menghadirkan dilema moral yang mendalam. Dalam serial drama Korea berjudul Teach You a Lesson, kita dihadapkan pada kenyataan pahit mengenai hilangnya wibawa guru dan merajalelanya penindasan di lingkungan sekolah. Saat sistem hukum dan institusi konvensional dianggap terlalu lunak atau mandul dalam melindungi korban, muncul pertanyaan ekstrem, apakah kekerasan dapat dibenarkan untuk mendisiplinkan remaja yang bermasalah?
Perspektif
Tempat cerita dan imajinasi bertumbuh
Putar Kopi dan Menikah
Kodrat perempuan itu hanya 4 yaitu, menstruasi(haid), mengandung, melahirkan, dan menyusui. selain dari pada ini dalam pernikahan ada istilahnya kerja bakti
Swasembada Pangan: Keniscayaan atau Retorika Politik?
Sebuah ironi swasembada pangan di negeri penuh retorika
Belis dalam Perspektif Budaya Sumba dan Dampak Pergeseran Maknanya
Manusia dan peradaban selalu berjalan beriringan. Seiring berkembangnya pola pikir, pengetahuan, dan teknologi, zaman terus berubah serta membentuk karakter dan perilaku manusia. Perubahan ini tampak pada pergeseran cara hidup masyarakat yang semakin mengandalkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan.
Agnez Monica Harus Belajar Manajemen Waktu dari Arni Wolla
Kalau kalian adalah orang Sumba dan mengikuti perseteruan Arni Wolla dengan seorang pemilik studio yang juga orang Sumba yang menetap di Bali dan telah malang melintang di dunia permusikan tentang lagu pertama Arni Wolla, kalian pasti tidak percaya bahwa seorang Arni Wolla bahkan keluar sebagai seorang jenius.
Kekerasan Seksual dalam Konteks Suka Sama Suka
Apakah semua hubungan yang tampak “suka sama suka” benar-benar lahir dari persetujuan yang setara? Tulisan ini mengajak kita memahami bahwa relasi yang terlihat biasa dari luar belum tentu bebas dari tekanan, manipulasi, atau penyalahgunaan kuasa. Dengan meninjau perspektif hukum, adat, dan agama, tulisan ini mengingatkan pentingnya membedakan antara hubungan yang didasari persetujuan yang sehat dan kekerasan seksual yang terjadi dalam relasi yang tampak “suka sama suka”. Sebuah refleksi agar kita lebih bijak dalam menilai, tidak tergesa-gesa menyalahkan korban, dan lebih peka terhadap persoalan kekerasan seksual di sekitar kita.
Sumba Timur Darurat Kekerasan Seksual?
secercah pemikiran perempuan berusia 27 tahun yang telah menua bersama budaya patriarki
Piala Dunia 2026: Messi dan Ronaldo yang Main Bola, Fanboy Indonesia yang Bertingkah Seperti Korban Perang
Kita mungkin tidak lahir di Rosario, Argentina, atau Madeira, Portugal. Tetapi entah bagaimana, sebagian orang membela Messi atau Ronaldo seolah-olah mereka adalah pahlawan nasional yang harga dirinya melekat pada kehormatan keluarga.
Mahasiswa, Sampah dan Kebijakan Pemerintah
Dari 100 ekonomi terbesar di bumi, 51% adalah milik perusahaan. Dan ketika perusahaan membengkak dalam artian finansial, maka kekuatan perusahaan juga ikut membengkak. Akibatnya, terjadi perubahan sikap dari pemerintah yang sebelumnya dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, beralih pada kepedulian pada perusahaan dengan segala modalnya itu.
Humba
Suara dari Tana Humba
Menelusuri indikasi TPPO dalam budaya Sumba
Menelusuri indikasi TPPO dalam praktik sosial budaya Sumba, dari perjodohan hingga perbudakan tradisional, dengan menempatkan kemanusiaan sebagai yang utama.
Pahillir atau Maharri: Tradisi Sumba yang Menjaga Batas antara Mertua, Menantu dan Ipar
Tulisan ini membahas budaya Pahillir atau Maharri yang dilakukan oleh masyarakat Sumba
Mentalitas Budak dan Perbudakan di Sumba
Tulisan ini merupakan refleksi atas pemberitaan media Prancis yang menyoroti praktik perbudakan di Sumba. Berangkat dari kegelisahan terhadap sikap sebagian masyarakat yang cenderung menganggap persoalan tersebut sebagai sesuatu yang lumrah, tulisan ini mengulas perbudakan sebagai warisan sejarah yang seharusnya telah ditinggalkan. Dengan merujuk pada Max Havelaar karya Multatuli, tulisan ini menganalisis bagaimana sistem penindasan dapat melahirkan "mentalitas budak", yakni kesadaran yang menerima ketidakadilan sebagai kewajaran. Selain mengkritik pembiaran sosial dan penggunaan budaya sebagai legitimasi perbudakan, tulisan ini juga mendorong pemerintah untuk memperkuat komitmen penghapusan perbudakan melalui kebijakan yang lebih konkret.
Agnez Monica Harus Belajar Manajemen Waktu dari Arni Wolla
Kalau kalian adalah orang Sumba dan mengikuti perseteruan Arni Wolla dengan seorang pemilik studio yang juga orang Sumba yang menetap di Bali dan telah malang melintang di dunia permusikan tentang lagu pertama Arni Wolla, kalian pasti tidak percaya bahwa seorang Arni Wolla bahkan keluar sebagai seorang jenius.
Belis dalam Perspektif Budaya Sumba dan Dampak Pergeseran Maknanya
Manusia dan peradaban selalu berjalan beriringan. Seiring berkembangnya pola pikir, pengetahuan, dan teknologi, zaman terus berubah serta membentuk karakter dan perilaku manusia. Perubahan ini tampak pada pergeseran cara hidup masyarakat yang semakin mengandalkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan.
Sumba Timur Darurat Kekerasan Seksual?
secercah pemikiran perempuan berusia 27 tahun yang telah menua bersama budaya patriarki
Kekerasan Seksual dalam Konteks Suka Sama Suka
Apakah semua hubungan yang tampak “suka sama suka” benar-benar lahir dari persetujuan yang setara? Tulisan ini mengajak kita memahami bahwa relasi yang terlihat biasa dari luar belum tentu bebas dari tekanan, manipulasi, atau penyalahgunaan kuasa. Dengan meninjau perspektif hukum, adat, dan agama, tulisan ini mengingatkan pentingnya membedakan antara hubungan yang didasari persetujuan yang sehat dan kekerasan seksual yang terjadi dalam relasi yang tampak “suka sama suka”. Sebuah refleksi agar kita lebih bijak dalam menilai, tidak tergesa-gesa menyalahkan korban, dan lebih peka terhadap persoalan kekerasan seksual di sekitar kita.
145 Tahun Injil Masuk Sumba: Melolo Kembali Menjadi Saksi Sejarah Kekristenan di Pulau Sumba
Sejarah masuknya Injil di Sumba dimulai pada 9 Juni 1881. Pada hari itu, Pendeta J.J. van Alphen, seorang zendeling dari Nederlandsch Gereformeerde Zendings Vereniging (NGZV) atau Perhimpunan Zending Gereformeerde Belanda, mendarat di Waingapu. Kedatangannya menandai dimulainya pelayanan zending secara resmi di Pulau Sumba. Namun, sejarah tersebut sesungguhnya berakar lebih jauh dari sekadar kedatangan seorang misionaris.
Menggugat Patriarki: Akar Kemanusiaan Setengah Hati dalam Isu Kekerasan Seksual
Setiap kali kita berusaha membela dan mengawal kasus kekerasan seksual, kita seolah dipaksa untuk selalu membawa narasi yang selalu sa kalo dipikir-pikir, ini narasi tuh memprihatinkan. Kenapa coba? Kita harus bilang ke orang-orang deng kata-kata seperti, bayangkan kalau itu terjadi di kom sodara perempuan atau di kom keluarga dekat. Kenapa kita harus kas turun kitam derajat kemanusiaan menjadi sekadar status kepemilikan atau hubungan darah agar korban layak dikasihani? Ini membuktikan bahwa masyarakat kita belum mampu melihat perempuan sebagai individu utuh yang berdaulat, karena dalam kacamata kita, perempuan tuh hanya berharga jika ia berelasi sebagai ibu, istri, atau anak perempuan dari seseorang.
Mengenal Papanggang, Tradisi Unik di Sumba Timur
Dalam kepercayaan Marapu, kematian dipandang sebagai tahap penting dalam perjalanan hidup manusia menuju kebahagiaan sejati di alam arwah. Bagi masyarakat Sumba Timur, bahkan masyarakat Sumba pada umumnya
Liputan
Kabar dan Peristiwa di sekitar Kita
Mobil MBG dan Sepeda Motor Ringsek Tertimpa Pohon Tumbang di Sikka, Korban Dipastikan Selamat
Sebuah mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan satu unit sepeda motor tertimpa pohon tumbang di wilayah Habiheret, Desa Waiara, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis (30/7/2026) menjelang siang.
LPSK Dampingi 13 Korban TPPO Asal Jabar Bersaksi di PN Maumere
Maskot ETMC XXXV Flores Timur 2026 Tuai Polemik, Penggunaan AI dalam Proses Desain Jadi Sorotan
Peluncuran maskot resmi El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXV Flores Timur 2026 yang diberi nama Si Boli memicu perdebatan di tengah masyarakat. Polemik muncul setelah pemenang sayembara, Tarwan Stanislaus, mengakui bahwa proses perancangan maskot tersebut melibatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai alat bantu pada tahap awal.
Breaking News! Rektor Unkriswina Sumba Pecat Tidak Dengan Hormat Oknum Dosen Terduga Pelaku Kekerasan Seksual
Universitas Kristen Wira Wacana (UNKRISWINA) Sumba resmi memberhentikan tidak dengan hormat seorang dosen tetap berinisial RAL yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap seorang mahasiswi berinisial. Keputusan tersebut mulai berlaku pada Rabu (1/7/2026) dan diumumkan dalam konferensi pers yang digelar pimpinan universitas di Kampus UNKRISWINA Sumba, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.
GKII Kamangi Juara Turnamen Voli 75 Tahun Paroki Sang Penebus Waingapu, Taklukkan OMK Wara Lewat Lima Set Dramatis
OMK Wara membuka pertandingan dengan meyakinkan. Meski kedua tim saling kejar-mengejar angka, tipuan dari Yeri dan permainan kolektif yang solid membuat OMK Wara mampu membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal. Tidak menyerah, GKII Kamangi bangkit pada set ketiga. Setelah tertinggal cukup jauh 6-12, tim asal Kamangi tersebut perlahan mengejar ketertinggalan dan memanfaatkan beberapa kesalahan lawan. Mereka sukses membalikkan keadaan dan menutup set dengan skor 25-21.
Guru Mengadu ke MK: Polisi Punya Dapur MBG, TNI Punya Dapur MBG, DPR Juga Punya, Kepada Siapa Kami Mengadu?
Sejumlah guru yang menggugat Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2026 di Mahkamah Konstitusi (MK) mengaku tidak memiliki saluran pengaduan lain terkait dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka bahkan menyebut keterlibatan berbagai pihak dalam pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuat Mahkamah Konstitusi menjadi tempat terakhir untuk mencari keadilan.
Gawat! Di NTT, Ada Sekolah Dasar yang Digusur demi Koperasi Merah Putih
Kasus penggusuran sebagian area SD Negeri Wolomoni di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, menjadi potret buram bagaimana pembangunan di tingkat desa sering kali berjalan tanpa arah yang jelas. Sangat ironis ketika ruang pendidikan anak-anak harus dikorbankan demi pembangunan fisik Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Temui Korban Pelecehan, Paus Leo XIV Tegur Keras 100 Uskup Spanyol: Ini Malapetaka!
Selama percakapan yang berlangsung hampir satu jam, para korban membagikan pengalaman pribadi mereka yang menyakitkan. Mereka juga memberikan masukan langsung kepada Paus mengenai langkah-langkah efektif yang harus diambil oleh Gereja di masa depan.
Pastor Felix Baghi Serukan DPRD Lindungi Hak Rakyat: Negara Jangan Jadi Perantara Oligarki
Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Sipil (FORKASI) menggelar aksi unjuk rasa di Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat (5/6/2026).
Tembus Rp18.158, Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah?!
Nilai tukar Rupiah terperosok ke level Rp18.158 per dolar AS atau anjlok sekitar 0,58 persen. Pelemahan ini memperpanjang tren negatif setelah pekan lalu mata uang Garuda menembus level psikologis Rp18.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Survei Poltracking: Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Tembus 72,2 Persen, Tingkat Kepercayaan Capai 74,2 Persen
Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah tercatat mencapai 72,2 persen, sementara tingkat kepercayaan masyarakat berada di angka 74,2 persen.
Unkriswina Sumba Nyatakan Sikap atas Dugaan Kekerasan Seksual yang Libatkan Oknum Dosen
Unkriswina Sumba menegaskan bahwa institusi tidak mentolerir segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual dan pelecehan di lingkungan akademik.
Kronologi Dugaan Kekerasan Seksual Oknum Dosen Unkriswina Sumba, Korban Ditemukan Menangis di Rumah Pelaku
Dugaan kasus kekerasan seksual yang diduga dilakukan seorang oknum dosen terhadap mahasiswi di Universitas Kristen Wira Wacana Sumba tengah menjadi perhatian publik. Kasus tersebut saat ini ditangani oleh Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) bersama Polres Sumba Timur.
Satgas PPKPT Unkriswina Sumba Tangani Dugaan Kekerasan Seksual yang Libatkan Dosen
Satgas PPKPT menegaskan bahwa seluruh proses penanganan dilakukan mengacu pada ketentuan Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi.
Unkriswina Sumba Dorong Sportivitas Lewat Wira Wacana Cup XIII
Unkriswina Sumba secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola antar Pelajar dan Mahasiswa se-Sumba “Wira Wacana Cup XIII” yang dilaksanakan di Lapangan Pemuda Matawai, Sumba Timur, pada 25 Mei 2026.
Candaan Berujung Maut, Mahasiswa Universitas Stella Maris Sumba, SBD Tewas Ditembak Teman Sendiri
Mario Marselina Kura (24) meninggal dunia setelah ditembak menggunakan senapan angin oleh temannya sendiri, Alexander Bili Kandu (20), di Desa Weepangali, Kecamatan Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya, NTT.