
Pastor Felix Baghi Serukan DPRD Lindungi Hak Rakyat: Negara Jangan Jadi Perantara Oligarki
Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Sipil (FORKASI) menggelar aksi unjuk rasa di Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat (5/6/2026).

8 Juni 2026
Daerah
Pastor Felix Baghi Serukan DPRD Lindungi Hak Rakyat: Negara Jangan Jadi Perantara Oligarki
NAGEKEO - Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Sipil (FORKASI) menggelar aksi unjuk rasa di Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat (5/6/2026). Massa menyuarakan penolakan terhadap rencana pembangunan Brigif 42 Elang Flores, Yonif TP 384 Wakanga Mere, serta proyek geothermal di Flores.
Aksi yang berlangsung di depan gedung DPRD Nagekeo itu diwarnai berbagai orasi dari tokoh masyarakat dan pegiat lingkungan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah orasi Pastor Dr. Felix Baghi, SVD, dosen Filsafat Etika Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero Maumere.
Dalam orasinya, Pastor Felix meminta pemerintah dan DPRD agar berpihak kepada masyarakat adat serta melindungi hak-hak warga dari berbagai kebijakan yang dinilai berpotensi mengancam ruang hidup masyarakat.
"Jadilah pelindung hak-hak masyarakat adat, bukan perantara kepentingan oligarki yang mengurus kekayaan alam dengan menyingkirkan orang-orang kecil ini dari tanah mereka," tegas Pastor Felix di hadapan massa aksi.
Ia mengkritik praktik kekuasaan yang, menurutnya, kerap digunakan untuk melayani kepentingan kelompok tertentu dengan mengorbankan masyarakat lokal. Pastor Felix juga mengingatkan bahwa pembangunan harus dilaksanakan dengan menjunjung tinggi keadilan sosial dan penghormatan terhadap hak-hak warga.
Di hadapan massa, ia turut mengajak masyarakat untuk tetap memperjuangkan aspirasi melalui jalur damai dan demokratis. Menurutnya, dialog harus menjadi jalan utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
"Hari ini kita memilih jalan damai, kita memilih dialog, memilih demokrasi yang beradab dan bermartabat. Damai bukan berarti diam. Damai bukan berarti tunduk. Damai bukan berarti menyerahkan hak-hak pribadi karena ketakutan, ditekan, atau diintimidasi," ujarnya.
Orasi tersebut mendapat perhatian dari berbagai kalangan yang mengikuti jalannya rapat dengar pendapat di DPRD Nagekeo. Sejumlah peserta aksi menilai penyampaian Pastor Felix mencerminkan keresahan masyarakat terkait arah pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam di wilayah Flores, khususnya di Kabupaten Nagekeo.
Aksi FORKASI sendiri berlangsung dalam suasana tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Massa berharap aspirasi mereka terkait pembangunan Brigif, Yonif, dan proyek geothermal dapat menjadi perhatian pemerintah serta para pemangku kebijakan di daerah.
Diskusi
0 komentar aktif dari pembaca dan kontributor komunitas.
Ikut berdiskusi
Tambahkan komentar, balas thread, atau kelola komentar Anda sendiri.
Anda perlu login untuk mengirim komentar, membalas, atau mengelola komentar sendiri.
Belum ada diskusi.
Jadilah orang pertama yang memulai percakapan untuk berita ini.
Bacaan Terkait
Berita lain yang layak dibaca setelah ini
Maskot ETMC XXXV Flores Timur 2026 Tuai Polemik, Penggunaan AI dalam Proses Desain Jadi Sorotan
Peluncuran maskot resmi El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXV Flores Timur 2026 yang diberi nama Si Boli memicu perdebatan di tengah masyarakat. Polemik muncul setelah pemenang sayembara, Tarwan Stanislaus, mengakui bahwa proses perancangan maskot tersebut melibatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai alat bantu pada tahap awal.
Breaking News! Rektor Unkriswina Sumba Pecat Tidak Dengan Hormat Oknum Dosen Terduga Pelaku Kekerasan Seksual
Universitas Kristen Wira Wacana (UNKRISWINA) Sumba resmi memberhentikan tidak dengan hormat seorang dosen tetap berinisial RAL yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap seorang mahasiswi berinisial. Keputusan tersebut mulai berlaku pada Rabu (1/7/2026) dan diumumkan dalam konferensi pers yang digelar pimpinan universitas di Kampus UNKRISWINA Sumba, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.
Agnez Monica Harus Belajar Manajemen Waktu dari Arni Wolla
Kalau kalian adalah orang Sumba dan mengikuti perseteruan Arni Wolla dengan seorang pemilik studio yang juga orang Sumba yang menetap di Bali dan telah malang melintang di dunia permusikan tentang lagu pertama Arni Wolla, kalian pasti tidak percaya bahwa seorang Arni Wolla bahkan keluar sebagai seorang jenius.
GKII Kamangi Juara Turnamen Voli 75 Tahun Paroki Sang Penebus Waingapu, Taklukkan OMK Wara Lewat Lima Set Dramatis
OMK Wara membuka pertandingan dengan meyakinkan. Meski kedua tim saling kejar-mengejar angka, tipuan dari Yeri dan permainan kolektif yang solid membuat OMK Wara mampu membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal. Tidak menyerah, GKII Kamangi bangkit pada set ketiga. Setelah tertinggal cukup jauh 6-12, tim asal Kamangi tersebut perlahan mengejar ketertinggalan dan memanfaatkan beberapa kesalahan lawan. Mereka sukses membalikkan keadaan dan menutup set dengan skor 25-21.
Piala Dunia 2026: Messi dan Ronaldo yang Main Bola, Fanboy Indonesia yang Bertingkah Seperti Korban Perang
Kita mungkin tidak lahir di Rosario, Argentina, atau Madeira, Portugal. Tetapi entah bagaimana, sebagian orang membela Messi atau Ronaldo seolah-olah mereka adalah pahlawan nasional yang harga dirinya melekat pada kehormatan keluarga.
Guru Mengadu ke MK: Polisi Punya Dapur MBG, TNI Punya Dapur MBG, DPR Juga Punya, Kepada Siapa Kami Mengadu?
Sejumlah guru yang menggugat Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2026 di Mahkamah Konstitusi (MK) mengaku tidak memiliki saluran pengaduan lain terkait dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka bahkan menyebut keterlibatan berbagai pihak dalam pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuat Mahkamah Konstitusi menjadi tempat terakhir untuk mencari keadilan.
145 Tahun Injil Masuk Sumba: Melolo Kembali Menjadi Saksi Sejarah Kekristenan di Pulau Sumba
Sejarah masuknya Injil di Sumba dimulai pada 9 Juni 1881. Pada hari itu, Pendeta J.J. van Alphen, seorang zendeling dari Nederlandsch Gereformeerde Zendings Vereniging (NGZV) atau Perhimpunan Zending Gereformeerde Belanda, mendarat di Waingapu. Kedatangannya menandai dimulainya pelayanan zending secara resmi di Pulau Sumba. Namun, sejarah tersebut sesungguhnya berakar lebih jauh dari sekadar kedatangan seorang misionaris.
Gawat! Di NTT, Ada Sekolah Dasar yang Digusur demi Koperasi Merah Putih
Kasus penggusuran sebagian area SD Negeri Wolomoni di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, menjadi potret buram bagaimana pembangunan di tingkat desa sering kali berjalan tanpa arah yang jelas. Sangat ironis ketika ruang pendidikan anak-anak harus dikorbankan demi pembangunan fisik Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Temui Korban Pelecehan, Paus Leo XIV Tegur Keras 100 Uskup Spanyol: Ini Malapetaka!
Selama percakapan yang berlangsung hampir satu jam, para korban membagikan pengalaman pribadi mereka yang menyakitkan. Mereka juga memberikan masukan langsung kepada Paus mengenai langkah-langkah efektif yang harus diambil oleh Gereja di masa depan.