
Maskot ETMC XXXV Flores Timur 2026 Tuai Polemik, Penggunaan AI dalam Proses Desain Jadi Sorotan
Peluncuran maskot resmi El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXV Flores Timur 2026 yang diberi nama Si Boli memicu perdebatan di tengah masyarakat. Polemik muncul setelah pemenang sayembara, Tarwan Stanislaus, mengakui bahwa proses perancangan maskot tersebut melibatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai alat bantu pada tahap awal.
Flores Timur_Peluncuran maskot resmi El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXV Flores Timur 2026 yang diberi nama Si Boli memicu perdebatan di tengah masyarakat. Polemik muncul setelah pemenang sayembara, Tarwan Stanislaus, mengakui bahwa proses perancangan maskot tersebut melibatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai alat bantu pada tahap awal.
Si Boli diperkenalkan sebagai identitas visual turnamen sepak bola paling bergengsi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Maskot tersebut merupakan karya Tarwan Stanislaus, desainer asal Flores Timur yang juga berprofesi sebagai wartawan di media Reportase NTT. Dalam konsepnya, Si Boli mengusung filosofi budaya Lamaholot sebagai simbol persatuan, sportivitas, dan kekayaan tradisi masyarakat Flores Timur.
Berbeda dengan maskot olahraga yang umumnya mengangkat satwa endemik daerah, Tarwan memilih karakter seekor gajah. Pilihan itu kemudian menjadi salah satu aspek yang paling banyak diperdebatkan publik.
Kepada wartawan, seperti dikutip dari Reportase NTT, Tarwan menjelaskan bahwa AI hanya digunakan sebagai alat bantu untuk menyusun konsep awal sebelum disempurnakan secara manual.
"Untuk membuat maskot ini saya memadukan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu sketsa atau ide awal, lalu sentuh ulang menggunakan aplikasi Photoshop dan Canva. Kolaborasi ketiga teknologi tersebut membantu mewujudkan konsep visual yang sesuai dengan identitas budaya Flores Timur," ujarnya.
Ia juga menepis anggapan bahwa gambar yang beredar di media sosial merupakan karya final.
"Ada beberapa maskot yang beredar. Yang sempat diperdebatkan itu saya akui merupakan desain mentah yang belum melalui proses finishing. Penyempurnaan akhirnya dilakukan menggunakan Adobe Photoshop dengan tambahan Canva. Saat peluncuran resmi, yang ditampilkan adalah versi final dalam bentuk animasi video serta maskot resmi yang telah diserahkan kepada panitia," jelasnya.
Meski demikian, pengakuan tersebut justru memunculkan gelombang kritik dari berbagai kalangan, terutama pegiat desain grafis dan masyarakat Flores Timur.
Sejumlah pihak mempertanyakan apakah penggunaan AI dalam sayembara tersebut masih sejalan dengan ketentuan teknis yang mewajibkan karya bersifat orisinal, bebas plagiasi, serta mampu dipertanggungjawabkan sebagai hasil kreativitas peserta.
Kritik juga diarahkan pada pemilihan gajah sebagai maskot. Sejumlah warga menilai simbol tersebut tidak merepresentasikan identitas ekologis Flores Timur karena gajah bukan satwa yang hidup di wilayah tersebut. Menurut mereka, meskipun budaya Lamaholot mengenal tradisi penggunaan gading sebagai belis atau mahar perkawinan, penggunaan karakter gajah dinilai kurang relevan dengan budaya lokal.
Selain itu, sebagian masyarakat juga menyoroti adanya simbol salib pada desain maskot. Mereka berpendapat bahwa ETMC merupakan turnamen milik seluruh masyarakat NTT yang seharusnya menghadirkan identitas visual yang bersifat inklusif dan tidak memunculkan persepsi mewakili kelompok agama tertentu.
Gelombang protes turut disampaikan sejumlah tokoh masyarakat melalui media sosial.
Meksy Lewogete menilai AI hanyalah alat bantu yang bekerja melalui pengenalan pola dan kalkulasi data, sehingga kreativitas sejati tetap berasal dari manusia. Ia khawatir penggunaan AI secara berlebihan akan melemahkan daya kreativitas generasi muda Flores Timur.
Senada dengan itu, Mawar Merona mempertanyakan proses verifikasi terhadap maskot yang telah ditetapkan sebagai pemenang. Menurutnya, penggunaan AI tidak menjadi persoalan selama hasil akhirnya tetap melalui kajian, penyuntingan, dan penyempurnaan sehingga sesuai dengan filosofi serta identitas budaya yang ingin diangkat.
Sementara itu, pegiat desain grafis bernama Blues mengkritik keputusan panitia yang dianggap belum memiliki parameter jelas dalam menilai karya yang memanfaatkan AI generatif. Ia menilai banyak sayembara desain saat ini justru melarang hasil AI generatif demi menjaga orisinalitas karya dan kepastian hak cipta.
Di sisi lain, terdapat pula suara yang mendukung keputusan dewan juri. Hendra Langoday Lembata menilai AI hanyalah alat bantu untuk menyempurnakan hasil desain, sedangkan ide tetap berasal dari manusia. Menurutnya, meskipun gajah bukan hewan asli Lamaholot, penggunaan simbol tersebut masih dapat dipahami karena gading merupakan bagian penting dari budaya belis masyarakat Lamaholot.
Perdebatan ini kemudian meluas pada isu etika penggunaan AI dalam kompetisi desain. Sejumlah pegiat desain berpendapat bahwa sayembara seharusnya menjadi ruang untuk mengapresiasi kemampuan dan proses kreatif desainer, bukan sekadar kemampuan menyusun perintah atau prompt bagi AI.
Mereka menilai apabila penggunaan AI memang diperbolehkan, panitia semestinya menyampaikan aturan tersebut secara terbuka sejak awal. Sebaliknya, jika tidak diizinkan, maka keputusan menetapkan karya yang melibatkan AI sebagai pemenang dinilai dapat mencederai semangat kompetisi dan memunculkan pertanyaan mengenai standar penilaian dewan juri.
Hingga kini, polemik mengenai maskot Si Boli masih menjadi perbincangan di media sosial. Belum ada pernyataan resmi dari panitia ETMC XXXV Flores Timur 2026 terkait kritik yang berkembang maupun penjelasan mengenai kebijakan penggunaan AI dalam sayembara desain maskot tersebut, meski di Ketentuan Teknis Karya, ada poin yang menjelaskan bahwa karya harus bersifat orisinal.
Diskusi
0 komentar aktif dari pembaca dan kontributor komunitas.
Ikut berdiskusi
Tambahkan komentar, balas thread, atau kelola komentar Anda sendiri.
Anda perlu login untuk mengirim komentar, membalas, atau mengelola komentar sendiri.
Belum ada diskusi.
Jadilah orang pertama yang memulai percakapan untuk berita ini.
Bacaan Terkait
Berita lain yang layak dibaca setelah ini
Breaking News! Rektor Unkriswina Sumba Pecat Tidak Dengan Hormat Oknum Dosen Terduga Pelaku Kekerasan Seksual
Universitas Kristen Wira Wacana (UNKRISWINA) Sumba resmi memberhentikan tidak dengan hormat seorang dosen tetap berinisial RAL yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap seorang mahasiswi berinisial. Keputusan tersebut mulai berlaku pada Rabu (1/7/2026) dan diumumkan dalam konferensi pers yang digelar pimpinan universitas di Kampus UNKRISWINA Sumba, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.
Agnez Monica Harus Belajar Manajemen Waktu dari Arni Wolla
Kalau kalian adalah orang Sumba dan mengikuti perseteruan Arni Wolla dengan seorang pemilik studio yang juga orang Sumba yang menetap di Bali dan telah malang melintang di dunia permusikan tentang lagu pertama Arni Wolla, kalian pasti tidak percaya bahwa seorang Arni Wolla bahkan keluar sebagai seorang jenius.
GKII Kamangi Juara Turnamen Voli 75 Tahun Paroki Sang Penebus Waingapu, Taklukkan OMK Wara Lewat Lima Set Dramatis
OMK Wara membuka pertandingan dengan meyakinkan. Meski kedua tim saling kejar-mengejar angka, tipuan dari Yeri dan permainan kolektif yang solid membuat OMK Wara mampu membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal. Tidak menyerah, GKII Kamangi bangkit pada set ketiga. Setelah tertinggal cukup jauh 6-12, tim asal Kamangi tersebut perlahan mengejar ketertinggalan dan memanfaatkan beberapa kesalahan lawan. Mereka sukses membalikkan keadaan dan menutup set dengan skor 25-21.
Piala Dunia 2026: Messi dan Ronaldo yang Main Bola, Fanboy Indonesia yang Bertingkah Seperti Korban Perang
Kita mungkin tidak lahir di Rosario, Argentina, atau Madeira, Portugal. Tetapi entah bagaimana, sebagian orang membela Messi atau Ronaldo seolah-olah mereka adalah pahlawan nasional yang harga dirinya melekat pada kehormatan keluarga.
Guru Mengadu ke MK: Polisi Punya Dapur MBG, TNI Punya Dapur MBG, DPR Juga Punya, Kepada Siapa Kami Mengadu?
Sejumlah guru yang menggugat Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2026 di Mahkamah Konstitusi (MK) mengaku tidak memiliki saluran pengaduan lain terkait dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka bahkan menyebut keterlibatan berbagai pihak dalam pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuat Mahkamah Konstitusi menjadi tempat terakhir untuk mencari keadilan.
145 Tahun Injil Masuk Sumba: Melolo Kembali Menjadi Saksi Sejarah Kekristenan di Pulau Sumba
Sejarah masuknya Injil di Sumba dimulai pada 9 Juni 1881. Pada hari itu, Pendeta J.J. van Alphen, seorang zendeling dari Nederlandsch Gereformeerde Zendings Vereniging (NGZV) atau Perhimpunan Zending Gereformeerde Belanda, mendarat di Waingapu. Kedatangannya menandai dimulainya pelayanan zending secara resmi di Pulau Sumba. Namun, sejarah tersebut sesungguhnya berakar lebih jauh dari sekadar kedatangan seorang misionaris.
Gawat! Di NTT, Ada Sekolah Dasar yang Digusur demi Koperasi Merah Putih
Kasus penggusuran sebagian area SD Negeri Wolomoni di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, menjadi potret buram bagaimana pembangunan di tingkat desa sering kali berjalan tanpa arah yang jelas. Sangat ironis ketika ruang pendidikan anak-anak harus dikorbankan demi pembangunan fisik Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Temui Korban Pelecehan, Paus Leo XIV Tegur Keras 100 Uskup Spanyol: Ini Malapetaka!
Selama percakapan yang berlangsung hampir satu jam, para korban membagikan pengalaman pribadi mereka yang menyakitkan. Mereka juga memberikan masukan langsung kepada Paus mengenai langkah-langkah efektif yang harus diambil oleh Gereja di masa depan.
Pastor Felix Baghi Serukan DPRD Lindungi Hak Rakyat: Negara Jangan Jadi Perantara Oligarki
Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Sipil (FORKASI) menggelar aksi unjuk rasa di Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat (5/6/2026).