Edisi Selasa, 28 Juli 2026

Beranda
Kembali ke Beranda
Temui Korban Pelecehan, Paus Leo XIV Tegur Keras 100 Uskup Spanyol: Ini Malapetaka!
Shutterstock

Temui Korban Pelecehan, Paus Leo XIV Tegur Keras 100 Uskup Spanyol: Ini Malapetaka!

Selama percakapan yang berlangsung hampir satu jam, para korban membagikan pengalaman pribadi mereka yang menyakitkan. Mereka juga memberikan masukan langsung kepada Paus mengenai langkah-langkah efektif yang harus diambil oleh Gereja di masa depan.

Redaksi NdonguRedaksi Ndongu 8 Juni 2026 3 menit baca
39
Temui Korban Pelecehan, Paus Leo XIV Tegur Keras 100 Uskup Spanyol: Ini Malapetaka!

8 Juni 2026

Internasional

Temui Korban Pelecehan, Paus Leo XIV Tegur Keras 100 Uskup Spanyol: Ini Malapetaka!

Oleh: Redaksi Ndongu

MADRID – Paus Leo XIV bertemu langsung dengan enam korban pelecehan seksual oleh imam Katolik dalam kunjungannya ke Madrid, Spanyol, Senin (8/6/2026). Pertemuan tertutup yang berlangsung di Kedutaan Vatikan itu menjadi salah satu agenda penting Paus untuk mendengar suara para korban sekaligus menegaskan komitmen Gereja dalam menangani kasus pelecehan seksual.

Selama hampir satu jam, para korban menceritakan pengalaman pahit yang mereka alami. Mereka juga menyampaikan berbagai masukan mengenai langkah-langkah yang perlu diambil Gereja agar penanganan kasus pelecehan dapat dilakukan secara lebih serius dan berpihak kepada korban.

Paus Leo XIV mendengarkan setiap kesaksian dengan penuh perhatian. Ia menegaskan bahwa Gereja harus berada di sisi para korban dan menjadikan pengalaman mereka sebagai dasar untuk memperkuat upaya pencegahan serta perlindungan di masa depan.

“Menghadapi malapetaka ini, komunitas Gerejawi dipanggil untuk menanggapi dengan mendengarkan, kebenaran, keadilan, ganti rugi, dan komitmen yang kuat terhadap upaya pencegahan dan sikap peduli. Setiap orang yang terluka harus dapat menemukan orang yang mendengarkan dengan tulus, disambut dengan empati, rasa aman dan terlindung, dan tindakan konkret untuk pemulihan,” kata Paus Leo XIV.

Menurut Paus, Gereja harus menjadi tempat yang aman bagi semua umat, terutama bagi mereka yang pernah mengalami luka akibat tindakan para pelayan Gereja.

Isu pelecehan seksual juga menjadi perhatian utama dalam pidato Paus di hadapan lebih dari 100 uskup Spanyol. Selama bertahun-tahun, sejumlah keuskupan di negara itu mendapat kritik karena dianggap lamban merespons laporan korban, bahkan dituding menutupi sejumlah kasus.

Di hadapan para uskup, Paus mengakui bahwa bertemu dengan korban merupakan salah satu pengalaman paling menyakitkan dalam pelayanannya.

“Salah satu pertemuan yang paling menyakitkan adalah bertemu dengan mereka yang terluka justru oleh orang-orang yang seharusnya melindungi mereka, termasuk para klerus,” ujarnya.

Paus kemudian mengajak para uskup untuk melanjutkan semangat pembaruan yang telah dirintis Paus Fransiskus. Ia meminta para pemimpin Gereja meninggalkan budaya mengabaikan persoalan dan berani mengambil tindakan nyata terhadap setiap laporan pelecehan yang muncul.

Masalah pelecehan seksual di lingkungan Gereja masih menjadi tantangan besar di berbagai negara. Dalam penerbangan dari Roma menuju Madrid, seorang jurnalis media Spanyol El País bahkan menyerahkan sebuah buku kepada Paus yang membahas sejarah kasus pelecehan seksual di Bolivia dan menanyakan penanganan kasus serupa di Spanyol. Menanggapi hal tersebut, Paus menyebut kasus pelecehan sebagai “luka yang masih terbuka” bagi Gereja.

Dukungan terhadap upaya penyelesaian kasus-kasus pelecehan juga datang dari Raja Felipe VI. Dalam pidato penyambutannya kepada Paus di Istana Kerajaan Madrid, sang raja menyinggung pentingnya penuntasan kasus pelecehan demi memulihkan kepercayaan publik.

Sebelum terpilih menjadi Paus, Leo XIV yang bernama Robert Prevost dikenal memiliki pengalaman panjang dalam menangani kasus pelecehan seksual saat melayani sebagai uskup di Peru. Ia kerap menegaskan bahwa para uskup wajib mendengarkan korban dan menindaklanjuti setiap laporan yang diterima.

Diskusi

0 komentar aktif dari pembaca dan kontributor komunitas.

0 komentar

Ikut berdiskusi

Tambahkan komentar, balas thread, atau kelola komentar Anda sendiri.

Anda perlu login untuk mengirim komentar, membalas, atau mengelola komentar sendiri.

Belum ada diskusi.

Jadilah orang pertama yang memulai percakapan untuk berita ini.

Bacaan Terkait

Berita lain yang layak dibaca setelah ini

Maskot ETMC XXXV Flores Timur 2026 Tuai Polemik, Penggunaan AI dalam Proses Desain Jadi Sorotan
#Daerah

Maskot ETMC XXXV Flores Timur 2026 Tuai Polemik, Penggunaan AI dalam Proses Desain Jadi Sorotan

Peluncuran maskot resmi El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXV Flores Timur 2026 yang diberi nama Si Boli memicu perdebatan di tengah masyarakat. Polemik muncul setelah pemenang sayembara, Tarwan Stanislaus, mengakui bahwa proses perancangan maskot tersebut melibatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai alat bantu pada tahap awal.

6 Juli 2026 Redaksi Ndongu
Breaking News! Rektor Unkriswina Sumba Pecat Tidak Dengan Hormat Oknum Dosen Terduga Pelaku Kekerasan Seksual
#Daerah

Breaking News! Rektor Unkriswina Sumba Pecat Tidak Dengan Hormat Oknum Dosen Terduga Pelaku Kekerasan Seksual

Universitas Kristen Wira Wacana (UNKRISWINA) Sumba resmi memberhentikan tidak dengan hormat seorang dosen tetap berinisial RAL yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap seorang mahasiswi berinisial. Keputusan tersebut mulai berlaku pada Rabu (1/7/2026) dan diumumkan dalam konferensi pers yang digelar pimpinan universitas di Kampus UNKRISWINA Sumba, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

1 Juli 2026 Redaksi Ndongu
Agnez Monica Harus Belajar Manajemen Waktu dari Arni Wolla
#Opini

Agnez Monica Harus Belajar Manajemen Waktu dari Arni Wolla

Kalau kalian adalah orang Sumba dan mengikuti perseteruan Arni Wolla dengan seorang pemilik studio yang juga orang Sumba yang menetap di Bali dan telah malang melintang di dunia permusikan tentang lagu pertama Arni Wolla, kalian pasti tidak percaya bahwa seorang Arni Wolla bahkan keluar sebagai seorang jenius.

27 Juni 2026 Redaksi Ndongu
GKII Kamangi Juara Turnamen Voli 75 Tahun Paroki Sang Penebus Waingapu, Taklukkan OMK Wara Lewat Lima Set Dramatis
#Olahraga

GKII Kamangi Juara Turnamen Voli 75 Tahun Paroki Sang Penebus Waingapu, Taklukkan OMK Wara Lewat Lima Set Dramatis

OMK Wara membuka pertandingan dengan meyakinkan. Meski kedua tim saling kejar-mengejar angka, tipuan dari Yeri dan permainan kolektif yang solid membuat OMK Wara mampu membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal. Tidak menyerah, GKII Kamangi bangkit pada set ketiga. Setelah tertinggal cukup jauh 6-12, tim asal Kamangi tersebut perlahan mengejar ketertinggalan dan memanfaatkan beberapa kesalahan lawan. Mereka sukses membalikkan keadaan dan menutup set dengan skor 25-21.

23 Juni 2026 Redaksi Ndongu
Piala Dunia 2026: Messi dan Ronaldo yang Main Bola, Fanboy Indonesia yang Bertingkah Seperti Korban Perang
#Olahraga

Piala Dunia 2026: Messi dan Ronaldo yang Main Bola, Fanboy Indonesia yang Bertingkah Seperti Korban Perang

Kita mungkin tidak lahir di Rosario, Argentina, atau Madeira, Portugal. Tetapi entah bagaimana, sebagian orang membela Messi atau Ronaldo seolah-olah mereka adalah pahlawan nasional yang harga dirinya melekat pada kehormatan keluarga.

18 Juni 2026 Redaksi Ndongu
Guru Mengadu ke MK: Polisi Punya Dapur MBG, TNI Punya Dapur MBG, DPR Juga Punya, Kepada Siapa Kami Mengadu?
#Pendidikan

Guru Mengadu ke MK: Polisi Punya Dapur MBG, TNI Punya Dapur MBG, DPR Juga Punya, Kepada Siapa Kami Mengadu?

Sejumlah guru yang menggugat Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2026 di Mahkamah Konstitusi (MK) mengaku tidak memiliki saluran pengaduan lain terkait dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka bahkan menyebut keterlibatan berbagai pihak dalam pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuat Mahkamah Konstitusi menjadi tempat terakhir untuk mencari keadilan.

16 Juni 2026 Redaksi Ndongu
145 Tahun Injil Masuk Sumba: Melolo Kembali Menjadi Saksi Sejarah Kekristenan di Pulau Sumba
#Humba

145 Tahun Injil Masuk Sumba: Melolo Kembali Menjadi Saksi Sejarah Kekristenan di Pulau Sumba

Sejarah masuknya Injil di Sumba dimulai pada 9 Juni 1881. Pada hari itu, Pendeta J.J. van Alphen, seorang zendeling dari Nederlandsch Gereformeerde Zendings Vereniging (NGZV) atau Perhimpunan Zending Gereformeerde Belanda, mendarat di Waingapu. Kedatangannya menandai dimulainya pelayanan zending secara resmi di Pulau Sumba. Namun, sejarah tersebut sesungguhnya berakar lebih jauh dari sekadar kedatangan seorang misionaris.

9 Juni 2026 Redaksi Ndongu
Gawat! Di NTT, Ada Sekolah Dasar yang Digusur demi Koperasi Merah Putih
#Pendidikan

Gawat! Di NTT, Ada Sekolah Dasar yang Digusur demi Koperasi Merah Putih

Kasus penggusuran sebagian area SD Negeri Wolomoni di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, menjadi potret buram bagaimana pembangunan di tingkat desa sering kali berjalan tanpa arah yang jelas. Sangat ironis ketika ruang pendidikan anak-anak harus dikorbankan demi pembangunan fisik Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

9 Juni 2026 Redaksi Ndongu
Pastor Felix Baghi Serukan DPRD Lindungi Hak Rakyat: Negara Jangan Jadi Perantara Oligarki
#Daerah

Pastor Felix Baghi Serukan DPRD Lindungi Hak Rakyat: Negara Jangan Jadi Perantara Oligarki

Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Sipil (FORKASI) menggelar aksi unjuk rasa di Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat (5/6/2026).

8 Juni 2026 Redaksi Ndongu