
Kronologi Dugaan Kekerasan Seksual Oknum Dosen Unkriswina Sumba, Korban Ditemukan Menangis di Rumah Pelaku
Dugaan kasus kekerasan seksual yang diduga dilakukan seorang oknum dosen terhadap mahasiswi di Universitas Kristen Wira Wacana Sumba tengah menjadi perhatian publik. Kasus tersebut saat ini ditangani oleh Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) bersama Polres Sumba Timur.
WAINGAPU_Dugaan kasus kekerasan seksual yang diduga dilakukan seorang oknum dosen terhadap mahasiswi di Universitas Kristen Wira Wacana Sumba tengah menjadi perhatian publik. Kasus tersebut saat ini ditangani oleh Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) bersama Polres Sumba Timur.
Informasi awal mengenai penanganan kasus ini disampaikan Rektor Unkriswina Sumba melalui grup alumni kampus. Dalam pernyataannya, pimpinan kampus menegaskan bahwa pihak universitas tidak mentolerir segala bentuk kekerasan serta tetap menjunjung asas praduga tak bersalah selama proses penyelidikan berlangsung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa dugaan kekerasan seksual itu terjadi pada Jumat, 22 Mei 2026. Saat itu korban mengikuti perkuliahan seperti biasa pada siang hari. Setelah perkuliahan selesai, terduga pelaku disebut meminta tambahan jam kuliah hingga sore dan kegiatan tersebut berlangsung sampai sekitar pukul 21.00 WITA.
Usai kegiatan kuliah tambahan, korban disebut hendak pulang. Namun, ia tidak langsung ke rumahnya, melainkan ke rumah terduga pelaku menggunakan ojek online. Sejumlah saksi juga mengaku melihat korban dan terduga pelaku berboncengan menuju posal ke rumah terduga pelaku. Karena korban tidak kunjung pulang dan tidak memberikan kabar, keluarga mulai merasa khawatir. Sebelumnya, korban diketahui sempat menyampaikan kepada keluarga bahwa dirinya pergi untuk mengerjakan tugas.
Keluarga kemudian berusaha menghubungi korban, namun tidak mendapat respons. Karena khawatir, pihak keluarga melakukan pelacakan keberadaan korban dan akhirnya menemukan lokasi korban bukan berada di kampus, melainkan di Posal, Merasa ada gang janggal, berbekal lokasi yang dilacaknya, kakak korban bergegas mencari korban ke Posal di rumah terduga pelaku.
Saat tiba di sana, kakak korban dikabarkan sempat bertanya, tetapi terduga pelaku beralasan bahwa korban tidak berada di lokasi itu. Terduga pelaku juga menawarkan bantuan untuk bersama-sama mencari korban ke rumah temannya. Namun, kakak korban menolak dan memaksa untuk membuka pintu rumah terduga pelaku. Di saat itulah korban ditemukan dalam keadaan menangis.
Berdasarkan cerita yang beredar, diduga telah terjadi tindak kekerasan seksual. Korban juga disebut mengalami trauma setelah kejadian tersebut. Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses pendampingan dan penyelidikan lebih lanjut oleh Satgas PPKPT Unkriswina Sumba dan pihak kepolisian. Pihak kampus mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
Diskusi
1 komentar aktif dari pembaca dan kontributor komunitas.
Ikut berdiskusi
Tambahkan komentar, balas thread, atau kelola komentar Anda sendiri.
Anda perlu login untuk mengirim komentar, membalas, atau mengelola komentar sendiri.
Belum ada diskusi.
Jadilah orang pertama yang memulai percakapan untuk berita ini.
Bacaan Terkait
Berita lain yang layak dibaca setelah ini
Ruang Damai Rayakan Lima Tahun Perjalanan Lewat Bermuara 2026
Ruang Damai merayakan lima tahun perjalanan melalui Bermuara 2026, ruang dialog keberagaman untuk menjaga harapan dan menenun perubahan.
Mobil MBG dan Sepeda Motor Ringsek Tertimpa Pohon Tumbang di Sikka, Korban Dipastikan Selamat
Sebuah mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan satu unit sepeda motor tertimpa pohon tumbang di wilayah Habiheret, Desa Waiara, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis (30/7/2026) menjelang siang.
LPSK Dampingi 13 Korban TPPO Asal Jabar Bersaksi di PN Maumere
Maskot ETMC XXXV Flores Timur 2026 Tuai Polemik, Penggunaan AI dalam Proses Desain Jadi Sorotan
Peluncuran maskot resmi El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXV Flores Timur 2026 yang diberi nama Si Boli memicu perdebatan di tengah masyarakat. Polemik muncul setelah pemenang sayembara, Tarwan Stanislaus, mengakui bahwa proses perancangan maskot tersebut melibatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai alat bantu pada tahap awal.
Breaking News! Rektor Unkriswina Sumba Pecat Tidak Dengan Hormat Oknum Dosen Terduga Pelaku Kekerasan Seksual
Universitas Kristen Wira Wacana (UNKRISWINA) Sumba resmi memberhentikan tidak dengan hormat seorang dosen tetap berinisial RAL yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap seorang mahasiswi berinisial. Keputusan tersebut mulai berlaku pada Rabu (1/7/2026) dan diumumkan dalam konferensi pers yang digelar pimpinan universitas di Kampus UNKRISWINA Sumba, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.
Agnez Monica Harus Belajar Manajemen Waktu dari Arni Wolla
Kalau kalian adalah orang Sumba dan mengikuti perseteruan Arni Wolla dengan seorang pemilik studio yang juga orang Sumba yang menetap di Bali dan telah malang melintang di dunia permusikan tentang lagu pertama Arni Wolla, kalian pasti tidak percaya bahwa seorang Arni Wolla bahkan keluar sebagai seorang jenius.
GKII Kamangi Juara Turnamen Voli 75 Tahun Paroki Sang Penebus Waingapu, Taklukkan OMK Wara Lewat Lima Set Dramatis
OMK Wara membuka pertandingan dengan meyakinkan. Meski kedua tim saling kejar-mengejar angka, tipuan dari Yeri dan permainan kolektif yang solid membuat OMK Wara mampu membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal. Tidak menyerah, GKII Kamangi bangkit pada set ketiga. Setelah tertinggal cukup jauh 6-12, tim asal Kamangi tersebut perlahan mengejar ketertinggalan dan memanfaatkan beberapa kesalahan lawan. Mereka sukses membalikkan keadaan dan menutup set dengan skor 25-21.
Piala Dunia 2026: Messi dan Ronaldo yang Main Bola, Fanboy Indonesia yang Bertingkah Seperti Korban Perang
Kita mungkin tidak lahir di Rosario, Argentina, atau Madeira, Portugal. Tetapi entah bagaimana, sebagian orang membela Messi atau Ronaldo seolah-olah mereka adalah pahlawan nasional yang harga dirinya melekat pada kehormatan keluarga.
Guru Mengadu ke MK: Polisi Punya Dapur MBG, TNI Punya Dapur MBG, DPR Juga Punya, Kepada Siapa Kami Mengadu?
Sejumlah guru yang menggugat Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2026 di Mahkamah Konstitusi (MK) mengaku tidak memiliki saluran pengaduan lain terkait dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka bahkan menyebut keterlibatan berbagai pihak dalam pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuat Mahkamah Konstitusi menjadi tempat terakhir untuk mencari keadilan.