Kategori
Fiksiana
Ruang kreatif bagi penulis untuk mengekspresikan ide, menyampaikan pesan moral, dan menghibur pembaca melalui cerita rekaan.
Total berita
3
Halaman aktif
1

TIANG-TIANG JEMBATAN TUA
Cerpen ini mengisahkan seorang wanita pekerja sosial di LSM kesehatan mental yang mendedikasikan hidupnya untuk membela martabat para korban bunuh diri dari penghakiman sosial. Di balik ketegarannya saat berdebat di ruang publik, ia sendiri menyimpan keputusasaan mendalam akibat tekanan keluarga, cemoohan lingkungan, dan rasa terasing dari teman-temannya. Setelah menguras sisa tabungan untuk membelikan hadiah ulang tahun pernikahan orang tuanya, ia mengalami disorientasi surealis di atas jembatan tua yang biasa ia lewati. Cerita mencapai plot twist tragis ketika ia melihat kerumunan polisi dan menyadari bahwa jasad wanita yang tewas di bawah jembatan adalah dirinya sendiri. Ia telah melompat pada pukul 3 pagi, menjadi korban dari "lemari sempit" keputusasaannya sendiri yang akhirnya terbuka melalui kematian.
8 Juni 2026•Kopi Cha
ORANG-ORANGAN
Dari jendela sebuah kereta panoramic yang mewah, Gede menatap hamparan sawah yang membangkitkan memorinya tentang Dadong (neneknya) satu-satunya sosok yang mengajarkan ketulusan di tengah keluarga mereka yang serba kontradiktif. Gede yang kemudian hidup dan berkaris di Jakarta pun menyadari bahwa dunia modern dipenuhi "orang-orangan sawah". Manusia yang lehernya diikat dan digerakkan oleh sistem yang bobrok, kapitalisme, serta tuntutan materi. Muak menjadi boneka dalam perlombaan hidup yang penuh kepalsuan, Gede akhirnya mengambil keputusan besar: ia melepaskan pekerjaan dan hubungannya demi memutus senar yang mengekang lehernya, lalu memilih pulang untuk memeluk kembali kebebasan jiwanya.
Di Sela-sela Pipisku
Puisi ini ditulis mewakili suara perempuan di kampung yang tak ada air bersih.
Filter Dalam Kategori