Edisi Rabu, 14 Oktober 2026

Beranda
Memahami dan Mengenal Marapu
Gambar: rri.co.id

Memahami dan Mengenal Marapu

Mengapa masih banyak orang sumba yang percaya marapu?

MDMoses Demilla 12 Oktober 2026 3 menit baca
  1. Pendahulun

Akhir-akhir ini saya di tanya oleh beberapa teman dari luar daerah sumba. Kenapa masih banyak orang sumba yang mempercayai marapu? Apakah marapu adalah ajaran yang sesat? Apa itu marapu? Apakah marapu adalah agama? Kenapa dari sekian banyak nya agama masih ada yang percaya marapu? Apakah marapu adalah agama yang dibuat-buat oleh masyarakat sumba? Untuk menjawab semua pertanyaan tadi, saya butuh waktu yang sangat lama untuk memahami semuanya, dan untuk menjawab semua pertanyaan ini bukan hal yang mudah bagi saya. Setelah saya mencoba mempelajari, dan membaca beberapa sejarah mungkin di bab 2 nanti kamu akan menemukan jawabannya.

  1. Pembahasan

Indonesia sendiri punya sejarah yang sangat panjang, Mengenai agama, dan bagaimana masyarakat luas bisa menganut banyak kepercayaan (agama) tentu punya sejarahnya masing-masing. Indonesia sendiri mengakui secara resmi 6 agama yang terdiri dari; Islam, Khatolik, Kristen Protestan, Buddha, Hindu, dan Konghucu. Dan Agama-agama yang saya sebut ini, tentu punya sejarahnya masing-masing, dan kalau kita cek di buku sejarah kurang lebih penjelasan singkatnya, sebagai berikut;

Agama Perkiraan Waktu Masuk Jalur / Pembawa Utama Bukti / Catatan Sejarah Utama:

Hindu Abad ke-1 s.d. ke-4 Masehi Pedagang dan pendeta dari India. Prasasti Yupa di Kerajaan Kutai (Kalimantan Timur) abad ke-4 M.

Buddha Abad ke-2 s.d. ke-5 Masehi Biksu dan pedagang via Jalur Sutra laut. Prasasti kuno dan kejayaan Kerajaan Sriwijaya abad ke-7 M.

Islam Abad ke-7 M (Teori Mekkah) atau Abad ke-13 M (Teori Gujarat) Pedagang dan ulama dari Arab, Persia, serta India. Catatan Dinasti Tang (abad ke-7 M) dan nisan Sultan Malik As-Saleh (1297 M).

Katolik Abad ke-16 Masehi Penjelajah dan misionaris Portugis (seperti Fransiskus Xaverius). Penyebaran di wilayah Maluku, Flores, dan Timor.

Kristen Protestan Abad ke-16 s.d. ke-17 Masehi Kedatangan bangsa Belanda (VOC) membawa ajaran Calvinis. Pembentukan komunitas gereja di Maluku, Batavia, dan Sumatra.

Konghucu Abad ke-3 s.d. ke-4 Masehi (secara bertahap) Imigran dan pedagang dari daratan Tiongkok. Catatan perjalanan biksu Faxian (Fa-Hien) yang singgah di Jawa abad ke-5 M.

Itu artinya masyarakat Indonesia baru mengenal agama sejak abad ke-1 sampai dengan abad ke-17. Dalam ditanda kutip bahwa agama-agama yang kita sebut tadi datang dari luar, dan "tidak semuanya berasal dari wilayah Indonesia."

Lalu, apakah sebelum Agama-agama ini datang ke Indonesia, pada zaman itu kita tidak punya agama?

  1. Penutup

Kalau jawabanmu adalah tidak, maka kamu salah besar. Karena faktanya, dalam sejarah peradaban manusia pada saat itu, sudah punya kepercayaan sendiri. Dan salah satu yang masih bertahan saat ini adalah agama Marapu dari masyarakat sumba, dan masih banyak di beberapa wilayah di Indonesia.

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas, dapat kita pahami bahwa Marapu bukanlah ajaran sesat atau sekadar tradisi yang dibuat-buat tanpa latar belakang yang jelas. Marapu adalah bentuk kepercayaan asli (kepercayaan lokal) yang sudah dihayati oleh nenek moyang masyarakat Sumba jauh sebelum agama-agama dari luar masuk ke Nusantara. Keberadaan Marapu hingga hari ini menjadi bukti nyata bahwa sebelum agama resmi masuk, masyarakat Indonesia sudah memiliki sistem nilai, spiritualitas, dan tata cara penghormatan kepada Yang Maha Kuasa serta alam semesta.

Meskipun agama-agama pendatang seperti Protestan dan Katolik telah berkembang pesat di Sumba melalui pendekatan sosial, pendidikan, dan budaya, Marapu tetap bertahan karena telah menyatu dengan identitas, adat, dan jalan hidup masyarakatnya. Oleh karena itu, memahami Marapu bukanlah soal menghakimi mana yang benar atau salah, melainkan tentang menghargai akar sejarah, kebudayaan, dan jalan hidup masyarakatnya. Oleh karena itu, memahami Marapu bukanlah soal menghakimi mana yang benar atau salah, melainkan tentang menghargai akar sejarah, kebudayaan, dan keberagaman spiritual yang memperkaya Nusantara.

MD

Ditulis Oleh Moses Demilla

6

Diskusi

0 komentar aktif dari pembaca dan penulis komunitas.

0 komentar

Ikut berdiskusi

Tambahkan komentar, balas thread, atau kelola komentar Anda sendiri.

Anda perlu login untuk mengirim komentar, membalas, atau mengelola komentar sendiri.

Belum ada diskusi.

Jadilah orang pertama yang memulai percakapan untuk berita ini.

Bacaan Terkait

Berita lain yang layak dibaca setelah ini

Menampilkan 2 bacaan terkait